Rabu, 21 Desember 2011

Model Pembelajaran Berbasis Proyek


Menurut Cord et al. (Khamdi, 2007) pembelajaran berbasis proyek adalah suatu model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pembelajaran berbasis proyek adalah penggunaan proyek sebagai model pembelajaran. Proyek-proyek meletakkan siswa dalam sebuah peran aktif yaitu sebagai pemecah masalah, pengambil keputusan, peneliti, dan pembuat dokumen.
Pembelajaran berbasis proyek berangkat dari pandangan konstruktivism yang mengacu pada pendekatan kontekstual (Khamdi, 2007). Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek merupakan metode yang menggunakan belajar kontekstual, dimana para siswa berperan aktif untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, meneliti, mempresentasikan, dan membuat dokumen. Pembelajaran berbasis proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan kompleks yang diperlukan siswa dalam melakukan investigasi dan memahaminya.
Ciri pembelajaran berbasis proyek menurut Center For Youth Development and Education-Boston (Muliawati, 2010:10), yaitu:
1.      Melibatkan para siswa dalam masalah-masalah kompleks, persoalan-persoalan di dunia nyata, di mana pun para siswa dapat memilih dan menentukan persoalan atau masalah yang bermakna bagi mereka.
2.      Para siswa diharuskan menggunakan penyelidikan, penelitian keterampilan perencanaan, berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah saat mereka menyelesaikan proyek.
3.      Para siswa diharuskan mempelajari dan menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya dalam berbagai konteks ketika mengerjakan proyek.
4.      Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan pribadi pada saat mereka bekerja dalam tim kooperatif, maupun saat mendiskusikan dengan guru.
5.      Memberikan kesempatan para siswa mempraktekkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk kehidupan dewasa mereka dan karir (bagaimana mengalokasikan waktu , menjadi individu yang bertanggungjawab, keterampilan pribadi, belajar melalui pengalaman).
6.      Menyampaikan harapan mengenai prestasi/hasil pembelajaran; ini disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran untuk sekolah/negara.
7.      Melakukan refleksi yang mengarahkan siswa untuk berpikir kritis tentang pengalaman mereka dan menghubungkan pengalaman dengan pelajaran.
8.      Berakhir dengan presentasi atau produk yang menunjukkan pembelajaran dan kemudian dinilai ; kriteria dapat ditentukan oleh para siswa.
Pengimplementasian pembelajaran berbasis proyek tidak terlepas dari kurikulum, pertanggungjawaban, realisme, belajar aktif, umpan balik, pengetahuan umum, pertanyaan yang memacu, investigasi konstruktif, serta otonomi. Purnawan (Muliawati, 2010:11) mengungkapkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mengacu pada hal-hal sebagai berikut:
1.      Curriculum,memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat.
2.      Responsibility, PBL menekankan responbility dan answerability para siswa ke diri dan panutannya.
3.      Realism, kegiatan siswa difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya.
4.      Active learning, menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan siswa untuk menemukan jawaban yang relevan, sehingga dengan demikian telah terjadi proses pembelajaran yang mandiri.
5.      Feedback, diskusi, presentasi dan evaluasi terhadap para siswa menghasilkan umpan balik yang berharga, ini mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman.
6.      General skill, pembelajaran berbasis proyek dikembangkan tidak hanya pada keterampilan pokok dan pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah, kerja kelompok, dan self management.
7.      Driving questions, pembelajaran berbasis proyek difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu siswa untuk berbuat menyelesaikan permasalahan dengan konsep, prinsip dan ilmu pengetahuan yang sesuai.
8.      Constructive investigations, sebagai titik pusat, proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para siswa.
9.      Autonomy, proyek menjadikan aktivitas siswa sangat penting
Berbeda dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara tradisional, pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk mengeluarkan ide untuk menyelesaikan masalah yang kompleks yang diambil dari kehidupan nyata, sehingga tahap-tahap pembelajaran antara keduanya tidak sama. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek dilaksanakan dalam 3 tahap (Anita, 2007:25), yaitu:
1.      Tahapan perencanaan proyek
Adapun langkah-langkah perencanaan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
b.      Menentukan topik yang akan dibahas.
c.       Mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-5 orang dengan tingkat kemampuan beragam.
d.      Merancang dan menyusun LKS.
e.       Merancang kebutuhan sumber belajar.
f.       Menetapkan rancangan penilaian.
2.      Tahap pelaksanaan
Siswa dalam masing-masing kelompok  melaksanakan proyek dengan melakukan investigasi atau berpikir dengan kemampuannya berdasarkan pada pengalaman yang dimiliki. Kemudian diadakan diskusi kelompok. Sementara guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dengan bertindak sebagai fasilitator.
3.      Tahap penilaian
Pada tahap ini, guru melakukan evaluasi terhadap hasil kerja masing-masing kelompok. Berdasarkan penilaian tersebut, guru dapat membuat kesimpulan apakah kegiatan tersebut perlu diperbaiki atau tidak, dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Tidak satupun metode yang sempurna sehingga dapat dipakai untuk semua pembelajaran. Namun, ada beberapa kelebihan dari setiap metode. Adapun kelebihan dari penggunaan pembelajaran berbasis proyek menurut Kamdi (Muliawati, 2010:13) adalah sebagai berikut:
1.      Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek banyak yang mengatakan bahwa siswa tekun sampai lewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek.
2.      Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendeskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
3.      Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi. Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial , dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif
4.      Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi  siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran berbasis proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
Adapun kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek menurut Anita (2007: 27) adalah sebagai berikut:
a.       Tiap mata pelajaran mempunyai kesulitan tersendiri, yang tidak dapat selalu dipenuhi di dalam proyek.
b.      Sukar untuk memilih proyek yang tepat.
c.       Menyiapkan tugas bukan suatu hal yang mudah.
d.      Sulitnya mencari sumber-sumber referensi yang sesuai.

4 komentar:

  1. Tolong dong minta daftar pustakanya. Thanks

    BalasHapus
  2. Judul Skrispsiku memilki topik penerapan model pembelajaran berbasis pryek, tapi aku kesulitan dalam menentukan materi yang sesuai dengan proyek tersebut (mata pelajaran biologi), dan yang kedua saya kesulitan dalam mencari refrensi-refrensi yang berbahasa indonesia mengenai pembelajaran berbasis proyek.

    BalasHapus
  3. TERIMA KASIH ATAS TULISANNYA...

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum...

    bisa tidak saya minta rujukan untuk PjBL ini.... Terimakasih

    BalasHapus